Setelah winter funding yang cukup panjang pasca-2022, ekosistem startup Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang lebih sehat di 2025-2026. Berbeda dari era sebelumnya yang didominasi growth-at-all-cost, pendanaan yang mengalir sekarang lebih selektif dan lebih fokus pada bisnis dengan unit economics yang masuk akal. Ini memunculkan generasi startup yang lebih mature.
Vertikal yang paling aktif mendapat funding
Berdasarkan data funding yang dipublikasikan, ada beberapa vertikal yang paling aktif di ekosistem startup Indonesia 2026: fintech (khususnya embedded finance, B2B payments, dan infrastruktur keuangan), healthtech yang memanfaatkan AI untuk diagnosis dan manajemen rekam medis, agritech yang menghubungkan petani dengan pasar dan akses modal, dan SaaS B2B yang membantu UMKM mengelola operasional mereka.
Tren AI-first startup
Yang paling menarik adalah munculnya gelombang baru startup yang dari hari pertama dibangun dengan AI sebagai core technology, bukan sebagai fitur tambahan. Startup-startup ini biasanya memiliki tim yang lebih kecil namun produktivitas yang jauh lebih tinggi — karena AI agent menangani banyak pekerjaan yang sebelumnya memerlukan tim besar. Ini mengubah cara investor mengevaluasi valuasi startup.
Talent war yang semakin sengit
Satu tantangan konsisten yang disebutkan hampir semua founder: sulitnya mendapatkan AI engineer yang berpengalaman di Indonesia. Demand jauh melebihi supply, mendorong gaji untuk posisi ini ke level yang sebanding dengan standard internasional. Ini mendorong banyak startup untuk merekrut remote, membangun tim hybrid dengan talenta dari berbagai negara.
Infrastruktur yang semakin matang
Salah satu perkembangan positif yang sering luput dari perhatian: infrastruktur pendukung ekosistem startup Indonesia semakin matang. Akselerator, VC lokal, co-working space dengan komunitas aktif, dan program pemerintah untuk mendukung inovasi — semua ini membantu founder baru memulai lebih cepat. Indonesia juga semakin sering menjadi tujuan ekspansi pertama bagi startup regional yang melihat potensi pasar 270 juta penduduknya.