Perplexity AI, mesin pencari berbasis AI yang diluncurkan pada 2022, baru saja mengumumkan pencapaian yang mengejutkan industri: 100 juta pengguna aktif per bulan per Juni 2026. Setahun lalu, angkanya masih di kisaran 10 juta. Pertumbuhan 10x dalam 12 bulan ini bukan anomali — ini adalah konfirmasi bahwa AI search sudah mainstream.
Kenapa Perplexity tumbuh begitu cepat?
Perplexity unggul karena model bisnisnya yang unik: setiap jawaban dilengkapi dengan sumber yang bisa diklik, sehingga terasa lebih terpercaya dibanding jawaban AI yang tidak transparan. Ini menarik pengguna yang sebelumnya ragu menggunakan AI karena takut halusinasi. Selain itu, Perplexity secara agresif membangun integrasi dengan berbagai perangkat dan platform, termasuk Samsung dan beberapa operator telekomunikasi besar.
Perplexity dan cara ia memilih brand untuk disebut
Berbeda dengan ChatGPT yang lebih bergantung pada data training, Perplexity aktif mengindeks web secara real-time. Artinya, brand yang konsisten menghasilkan konten segar — artikel blog, ulasan terbaru, press release — memiliki peluang lebih besar untuk muncul di jawaban Perplexity. Ini membuat strategi konten menjadi komponen krusial dalam GEO untuk Perplexity.
Implikasi untuk strategi brand di Indonesia
Perplexity kini masuk dalam daftar platform yang wajib dipantau, bukan hanya ChatGPT dan Gemini. Brand Indonesia yang aktif di Perplexity bisa membangun keunggulan awal sebelum kompetitor menyadari urgensinya. Fratello memantau Perplexity sebagai salah satu dari empat mesin AI utama yang dilacak setiap minggunya.