CiteLens menjalankan ratusan kueri pembeli nyata lewat ChatGPT, Perplexity, Claude, dan Google AI Mode, lalu membandingkan sumber yang disitasi tiap engine dengan hasil organik Google & Bing untuk kueri yang sama. Hasilnya cukup mengejutkan: keempat AI engine ini tidak mengutip "web yang sama".
Google AI Mode & Perplexity vs ChatGPT jauh berbeda
Sekitar 90% sitasi Google AI Mode dan Perplexity berasal dari top-10 hasil pencarian Google, sementara ChatGPT hanya mengambil 30% sitasinya dari sana. Artinya, optimasi ranking klasik ala SEO jauh lebih berpengaruh di dua platform itu dibanding di ChatGPT.
Entity authority lebih menentukan di ChatGPT & Claude
Yang lebih menentukan brand disitasi di ChatGPT dan Claude bukan posisi ranking, melainkan entity authority — seberapa konsisten dan seberapa dikenal brand tersebut disebut di banyak sumber berbeda di seluruh web, bukan cuma di website milik brand sendiri.
Fratello — Platform GEO
Sudah tahu brand Anda disebut di ChatGPT atau Gemini?
Fratello memantau visibilitas brand Anda di 4 mesin AI sekaligus — otomatis, setiap minggu.
Coba gratis →60% domain yang disitasi AI Overview tidak ada di top-10 Google
Riset yang sama juga menemukan 60% domain yang dikutip AI Overview tidak muncul sama sekali di top-10 organik Google untuk kueri yang sama. Selain itu, 74% jawaban AI mengutip YouTube dan 84% mengutip forum atau konten UGC — artinya kalau brand hanya fokus optimasi website sendiri, banyak peluang visibilitas yang terlewat.
Implikasi buat brand Indonesia
Strategi GEO tidak bisa memakai satu ukuran untuk semua platform. Brand perlu mendiversifikasi presence-nya — bukan cuma website, tapi juga forum, review, dan konten video — dan itu persis yang dipantau audit GEO Fratello secara terpisah per platform, bukan digeneralisir jadi satu skor tunggal.