Jika ada satu perusahaan yang paling diuntungkan dari boom AI, itu adalah NVIDIA. Dari perusahaan chip gaming yang keren tapi niche, NVIDIA bertransformasi menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia — semua berkat chip GPU yang ternyata sempurna untuk training AI. Tapi di 2026, landscape persaingan chip AI mulai berubah.
NVIDIA Blackwell: masih terdepan
Arsitektur Blackwell dari NVIDIA tetap menjadi standar emas untuk training AI di 2026. GPU H100 dan H200 mendominasi pusat data AI di seluruh dunia, dan B100/B200 generasi berikutnya mempertahankan keunggulan tersebut. Yang membuat NVIDIA sulit disaingi bukan hanya chipnya, tapi ekosistem software CUDA yang sudah digunakan jutaan developer selama lebih dari satu dekade — switching cost yang sangat tinggi.
AMD: penantang yang semakin serius
AMD dengan lini Instinct MI300-nya sudah berhasil mendapat kontrak dari beberapa hyperscaler besar. AMD menawarkan alternatif yang kompetitif secara harga, dan dengan investasi besar dalam software ROCm untuk menyaingi CUDA, mereka mulai mengurangi salah satu hambatan terbesar adopsi. Tapi membangun ekosistem developer yang sebanding dengan CUDA masih membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Custom silicon: ancaman dari hyperscaler
Yang paling mengkhawatirkan NVIDIA jangka panjang bukan AMD atau Intel, tapi hyperscaler yang membangun chip AI sendiri. Google TPU, AWS Trainium/Inferentia, Microsoft chip Azure custom, dan Apple Silicon — semua ini dirancang khusus untuk workload AI tertentu dan bisa sangat efisien untuk use case yang spesifik. Jika tren ini berlanjut, NVIDIA mungkin mulai kehilangan market share di segmen inferencing meski masih mendominasi training.
Implikasi untuk startup AI Indonesia
Untuk startup AI Indonesia yang merencanakan infrastruktur, biaya chip AI adalah salah satu pengeluaran terbesar. Strategi yang umum: gunakan cloud (AWS, GCP, Azure) untuk flexibility di awal, pertimbangkan hardware sendiri hanya jika workload sudah predictable dan scale cukup besar untuk membuat investasi hardware justified. Pantau perkembangan AMD sebagai alternatif yang semakin viable.