Claude (Anthropic) dan ChatGPT (OpenAI) adalah dua mesin AI dengan basis pengguna terbesar di Indonesia. Tapi apakah keduanya merekomendasikan brand dengan cara yang sama? Tim riset Fratello menganalisis 10.000 prompt yang relevan untuk brand Indonesia dan menemukan perbedaan yang menarik.
Perbedaan dalam memilih sumber informasi
ChatGPT cenderung lebih bergantung pada data training dan pengetahuan yang sudah ada, sementara Claude dengan fitur web search-nya lebih aktif mencari informasi terkini. Ini berarti untuk brand yang baru saja mendapat banyak coverage media atau ulasan positif dalam beberapa bulan terakhir, Claude lebih mungkin menangkap perkembangan terbaru tersebut.
Perbedaan dalam gaya rekomendasi
ChatGPT cenderung memberikan daftar lebih panjang dengan penjelasan singkat per brand. Claude cenderung memberikan daftar lebih pendek tapi dengan penjelasan yang lebih mendalam dan nuanced. Implikasinya: brand yang ingin disebut ChatGPT perlu hadir di banyak tempat secara konsisten, sementara untuk Claude, kedalaman informasi tentang brand di satu sumber yang kuat bisa lebih efektif.
Temuan mengejutkan: Brand lokal lebih sering disebut Claude
Dari analisis kami, Claude secara konsisten menyebut lebih banyak brand lokal Indonesia dibanding ChatGPT untuk kueri yang sama. Hipotesis kami: Claude memiliki threshold yang lebih rendah untuk menyebut brand yang kurang terkenal secara global tapi kuat secara lokal, sementara ChatGPT lebih bias ke brand yang sudah dikenal secara internasional.
Implikasi praktis
Strategi GEO yang optimal harus memperhitungkan karakteristik masing-masing mesin. Tidak ada pendekatan one-size-fits-all. Brand yang ingin hasil maksimal harus memantau visibilitasnya di semua mesin secara terpisah dan menyesuaikan strategi konten berdasarkan data dari masing-masing platform.