Setiap bulan, tim riset Fratello menganalisis pola penyebutan brand Indonesia di berbagai mesin AI. Di Juni 2026, kami menemukan pola menarik: brand-brand yang paling sering muncul bukan selalu yang paling besar secara revenue — tapi yang paling kuat secara jejak digital.
Apa yang membuat brand lokal disebut AI?
Dari analisis kami, ada tiga faktor yang konsisten muncul pada brand yang sering disebut ChatGPT: pertama, mereka memiliki konten edukatif yang kuat di website dan blog mereka. Kedua, mereka aktif merespons dan mengumpulkan ulasan di berbagai platform — Google Maps, Tokopedia, Shopee. Ketiga, mereka sering disebutkan di artikel media online, forum diskusi, dan komunitas niche yang relevan.
Pola yang bisa ditiru
Brand-brand ini tidak mengeluarkan budget marketing yang luar biasa besar. Yang membedakan mereka adalah konsistensi. Mereka rutin memproduksi konten, aktif meminta ulasan dari pelanggan, dan membangun hubungan dengan komunitas online yang relevan. Ini adalah fondasi GEO yang bisa direplikasi oleh brand dengan skala apapun.
Kesempatan yang masih terbuka lebar
Di mayoritas kategori produk Indonesia, "persaingan AI" masih sangat rendah. Banyak kategori di mana ChatGPT hampir tidak bisa menyebut satu pun brand lokal — yang berarti brand pertama yang mengisi kekosongan ini akan mendapat keunggulan besar. Audit GEO adalah cara tercepat untuk mengetahui apakah kategori Anda termasuk yang masih kosong.